Memaparkan catatan dengan label Kisah dan Tauladan. Papar semua catatan

Pada zaman Nabi Musa a.s,, ada salah seorang yang mati.. Kerana sangat fasiknya dia,, maka orang-orang tidak mahu memandikan dan tidak pula mahu menguburkannya.. Kakinya diseret dan dibuangkan pada kotoran.. Maka,, Allah swt pun memberikan wahyu pada Nabi Musa a.s..

Berkata Allah swt,, "Wahai Musa,, ada salah seorang yang mati di kampung nya -Fulan- dan dibuang pada kotoran.. Dia termasuk wali dari kekasihku.. Orang-orang tidak mahu memandikan,, mengkafani dan menguburkannya.. Maka hendaklah kamu berangkat,, lalu kamu mandikan,, kamu kafani,, kamu solati dan kamu kuburkan.."

Kemudian Nabi Musa pun berangkat ke kampung si Fulan yang telah dikatakan itu dan ia bertanya perihalnya seorang yang mati itu.. Maka dia mendapat keterangan dari mereka..

Orang-Orang pun berkata.. "Wahai Musa,, orang itu mati dengan sifat-sifat demikian,,,,,, demikian,,,,,,,,,,, Ia adalah orang yang fasik,, dan suka menampakkan kefasikannya.."

Musa bertanya,,, "Di mana tempatnya orang itu? Sesungguhnya Allah swt telah memberikan wahyu kepada ku untuk menguruskan dia.. Maka tunjukkanlah aku akan tempat orang itu..

Orang-Orang itu kemudian sama berangkat menunjukkan tempatnya.. Setelah tiba di tempat orang mati itu dibuang,, Orang-Orang tetap mengatakan keburukan perbuatannya,, Musa pun mengambil masa seketika untuk bermunajat dengan Allah swt dengan mengatakan,,,, "Wahai Tuhanku,, Engkau memerintahkan aku untuk menyembahyangi dan menguburkan orang itu.. padahal orang-orang sama menyaksikan bahawa ia adalah orang yang jahat.. Maka Engkaulah yang Maha Mengetahui daripada mereka.."

Berkata Allah swt,, "Wahai Musa,, memang benar mereka itu menceritakan keburukannya orang itu,, Akan tetapi,, sewaktu beberapa ketika sebelum kematian ia,, ia sempat meminta syafaat kepada-Ku dan tiga perkara itu kepada-Ku.. Aku pasti akan memberinya.. Maka bagaimana lagi jika Aku tidak kasihan kepadanya,, padahal ia bersungguh-sungguh memohon kepada-Ku.. Dan Aku Maha Pengasih kepada orang-orang yang kasihan.."

Kembali bertanya Musa,, "Ya Allah,, apakah tiga perkara itu?"

Berkata Allah swt,,
  • Ia ketika mendekati kematiannya memohon : "Ya Allah,, Engkaulah yang lebih mengetahui perihalku.. Sesungguhnya aku melakukan banyak kefasikan dan kemaksiatan.. Sebetulnya aku juga benci kepada kemaksiatan dalam hatiku.. Tetapi,, kerana berkumpul 3 perkara di atas ku,, sehingga aku berani melakukan maksiat.. Namun sebetulnya,, perasaan ku sangat benci terhadap 3 perkara ini.. Ia adalah Hawa Nafsu,, Teman Sepergaulan yang jahat dan Iblis yang dilaknati.. 3 perkara inilah yang menjadikan aku melakukan maksiat.. Ya Allah,, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang akan aku katakan.. Maka semoga Engkau berkenan mengampuni aku..
  • Orang itu berkata lagi,, "Ya Allah,, Engkau mengetahui bahawa aku telah melakukan kemaksiatan.. Di kediaman ku berkumpul para Solehin lebih aku senangi daripada bertempat tinggal orang yang fasik..."
  • Ia mengatakan,, "Ya Allah,, Engkau lebih mengetahui keadaanku.. Sesungguhnya para solehin lebih aku cintai daripada para fasikin.. Sehingga  setiap orang yang soleh dan orang yang fasik meminta pertolongan aku,, maka aku lebih dahulu mendahulukan hajat orang-orang soleh daripada orang fasik.." Disebutkan dalam riwayat Imam Wahab bin Munabbih mengatakan,, bahawa orang itu berkata,, "Ya Allah,, andaikata Engkau mengampuni segala dosaku,, maka akan bergembiralah para kekasih-Mu dan para Nabi-Mu.. Dan menjadi dukacita para syaitan yang menjadi musuh Mu.. Jika Engkau menyiksaku aku sebab banyaknya dosa,, maka para syaitan dan sahabatnya akan merasa gembira.. Dan menjadi susahlah para Nabi dan Wali.. Dan sesungguhnya aku tahu bahawa gembiranya para Wali lebih Engkau cintai daripada gembiranya para syaitan dan sahabatnya.. Maka,, dari itu,, aku mengharap semoga Engkau berkenan mengampuni aku.. Ya Allah.. Sesungguhnya Engkau lebih mengetahui dari apa yang aku ucapkan.. Maka,, berilah rahmat kepadaku..."
Berkata Allah swt,, "Maka Aku kasihan,, Aku mengampuni dan Aku lewatkan siksanya.. Sesungguhnya Aku Zat  yang Maha Pengasihani,,  khusus bagi orang yang mengaku kesalahan serta dosa-dosanya dihadapan-Ku.. Inilah orang yang mengakui dosanya.. Maka Aku mengampuni dosanya dan melewatkan siksanya.."

"Wahai Musa,, lakukanlah apa yang telah Aku perintahkan kepadamu dari kemuliaan orang itu.. Aku akan mengampuni dosa-dosa orang yang menyembahyangkan dan menguburkan orang itu"

Kisah Ibrahim dan Ibunya

21 Ogo 2010
Posted by Selamber.org
Dikisahkan oleh ahli sejarah,, bahawa musuh telah melanggar batas sebuah negeri Islam.. Lalu Abdul Wahid binZaid (Abu Ubaid),, seorang khatib di Basrah,, menghasung orang2 untuk berjihad.. Ia memaparkan berbagai kenikmatan di syurga,, dan juga menjelaskan sifat2 bidadari yang ada di dalamnya..

"Ia adalah cerahnya fajar yang tenang namun riang..
Diciptakan dari setiap sesuatu yang istimewa..
Apakah kau tahu,, sang peminang mendengarkannya..
Duhai kekasih,, tidaklah aku lebih suka kepada selainnya..
Jangan sekali-kali kamu menyerupai orang yang bersungguh-sungguh mengejeknya...
Perbaikilah (dirimu..) Duhai andai ditolak darinya.. Detika piala itu diterbangkan bergilir.. Lalu berakhir ketika hajatnya selesai.. Setelah lari tak terkendali.. Sesungguhnya yang melamar diriku adalah orang yang berusaha terus menerus.."
Syair tersebut mampu mendongkrak semangat kaum Muslimin untuk bersegera meraih syurga.. Diiringi tangis haru,, mereka menggadaikan diri di jalan Allah swt,, dengan harga yang murah.. Ada seorang wanita renta yang keluar dai kerumunan para wanita menemui Abu Ubaid.. Wanita itu bernama Ummu Ibrahim Al-Bashriyah..

Ia berkata,, "Wahai Abu Ubaid,, apakah engkau mengenal anakku Ibrahim? Ia telah dilamar oleh petinggi Basrah untuk dijodohkan dengan anak perempuannya,, tetapi telah saya tolak.. Namun sekarang,, demi Allah,, aku tertarik dengan bidadari yang kau sebut tadi.. Maka ulangilah sifat2 yang kau ucapkan di atas,, agar ia tertarik padanya..

Abu Ubaid kembali bertutur,,

"Jika rembulan telah sempurna di malam hari,, aku lihat ia memiliki keistimewaan yang jelas dari rembulan itu..
Senyumannya menyibak gigi yang indah,, laksana mutiara yang terpendam di kedalaman samudera..
Andai alas kaki yang dipakai menginjak kerikil,, nescaya akan tumbuh bungan daripadanya..
Kau bisa mengikat pinggangya,, yang laksana dahan raihan berdaun hijau lebat..
Kalau saja ludahnya yang manis itu jatuh ke langit,, nescaya air laut itu menjadi minuman yang baik bagi penduduk darat..
Allah menginginkan kematianku dalam kerinduan padanya,, dengan begadangnya mata untuk meraih kebaikan hidup sesudah mati"

Mendengar ucapan tersebut,, orang2 merasa tersentak.. Serentak mereka bertakbir,, "Allahuakbar...!!" Ummu Ibrahim beranjak bangun lalu berkata,, "Wahai Abu Ubaid,, demi Allah aku telah ridha dengan bidadari itu sebagai pendamping Ibrahim..  Apakah engkau mau menikahkan mereka sekarang juga,, dengan mengambil dariku sepuluh ribu dinar sebagai maharnya? Semoga Allah menjadikannya pahlawan yang mati syahid,, sehingga mampu memberi syafa'at bagiku dan bapaknya di hari kiamat.."

Abdul Wahid berkata,, "Baiklah,, aku bersedia.. Semoga kalian berdua mendapat keuntungan yang besar.." Sang ibu pun berteriak,, "Hai Ibrahim... hai Ibrahim...." Lalu kelibat seorang pemuda tampan keluar dari kerumunan manusia sambil berkata,, "Baiklah ibu...... baiklah ibu..".. "Wahai anakku,, apakah engkau rela dengan bidadari (yang disebutkan tadi) sebagai isterimu,, dengan jantungmu yang kau korbankan di jalan Allah sebagai maharnya?" tanya sang ibu.. "Baiklah ibu,, aku bersedia,, " jawab Ibrahim...

Wanita tua itu bergegas menuju rumahnya untuk mengambil wang sepuluh ribu dinar.. Kemudian uang itu ditaruk di kamar Abdul Walid.. Setelah itu ia mengadah ke langit sambil berdoa,, "Ya Allah,,,,  saksikanlah,,, bahawa aku menikahkan anakku dengan bidadari... Sebagai maharnya,, ia akan mengorbankan jantungnya dalam perang di jalan Mu... Maka terimalah ini wahai Dzat Yang Paling Mengasihi"

Lalu kepada Abu Ubaid ia berkata,, "Sepuluh ribu dinar ini adalah mahar bagi bidadari itu.. Berbekallah dengannya dalam berberang di jalan Allah.."

Wanita itu lalu pergi membeli kuda dan alat perang yang bagus serta bekal untuk perjalanan beberapa hari dan menitipkan pesan kepadanya dengan apa yang ia lihat dan ia dengar.. Para Mujahidin yang lain pun sedang meyiapkan diri untuk berperang..

Ketika hendak berpisah dengan anaknya,,, wanita itu mengalungkan kafan dan memberikan minyak yang biasa ditaburkan ke tubuh mayat kepada anaknya.. Ia menatap anaknya,, seolah jantungnya menyembur keluar dari dada.. Ia berpesan,, "Kalau kamu bertemu dengan musuh,, pakailah kain kafan ini dan taburkan minyak ini ke tubuhmu.. Jangan sampai Allah melihatmu lalai di jalanNya..."

Ia mendakap tubuh anaknya,, memeluk dan menciumnya,, lalu berkata,,"Pergilah anakku.. Allah tak akan lagi mempertemukanku dengan mu kecuali kelak di hadapan Nya pada hari kiamat.."

Ibrahim pergi bersama pasukan.. Pandangan sang ibu mengikutinya samapai ia tak lagi terlihat.. Ketika pasukan telah sampai di negeri musuh dan masing2 pihak telah siapkan diri untuk bertempur,, Ibrahim maju ke barisan terdepan sekali.. Dimulailah peperangan.. Anak panah pun  berterbangan mengiringi para pahlawan yang sedang berlaga..

Sementa itu,, Ibrahim berhasil menyusup ke barisan musuh dan memporak porandakannya.. Ia berhasil membunuh lebih dari tiga puluh tertera musuh.. Ketika musuh menyedari serangan Ibrahim ini,, mereka segera mengepungnya.. Ada yang menombaknya.. memukul dan menyerangnya... Ibrahim tetap tegar melakukan serangan,, sampai akhirnya staminanya menurun.. Ia terjatuh dari kudanya dan segera dihabiskan lawan...

Pertempuran itu berakhir dengan kemenangan kaum Muslimin yang berhasil memukul mundur musuh.. Mereka pulang kembali ke Basrah.. Sesampai nya di Basrah,, semua penduduk keluar menyambutnya.. Laki2,, anak2 dan serta saudara mara...

Ummu Ibrahim ada di kerumunan masa itu.. Matanya menatap tajam setiap pasukan.. Ketika melihat Abdul Walid,, ia menghampiri sambil bertanya,, "Wahai Abu Ubaid,, apakah Allah menerima hadiahku,, sehingga aku bahagia,, atau Ia mengembalikannya,, sehingga aku kecewa..?" Ia menjawab,, "Allah telah menerima hadiahmu.. Aku berdoa semoga sekarang anakmu bersama para syuhada yang dirahmati.."

Seketika itu ia berteriak,, "Segala puji bagi Allah yang mengabulkan keinginanku dan menerima ibadahku..!! " Ia berlari pulang ke rumah (yang kini ia tinggal sendirian setelah berpisah dengan anaknya) dengan sangat gembira.. Ia mencium kasur Ibrahim dan mendakap bajunya........ hingga tertidur...

Keesokan harinya,, Ummu Ibrahim bergegas menuju majlis Abu Ubaid..Sesampainya di sana,, ia berkata,, "Wahai Abu Ubaid,, bergembiralah.... bergembiralah.." Abu Ubaid bertanya,, "Engkau tak henti2 bergembira hai Ummu Ibrahim.... Apa yang terjadi?" Wanita itu pun berkata,, "Semalam aku melihat anakku telah berada dalam taman yang indah... Di atasnya ada kubah hijau... Ia berbaring di atas kasur yang terbuat dari mutiara... Di atas kepalanya ada mahkota yang berkilauan.. Ia berkata kepadaku,, "Wahai ibu,,, bergembiralah... Maharku telah diterima,, dan pengantin pun telah bersanding...."
Welcome to My Blog

Shopee Ads

Pengunjung Ku Last 7 Days

Kawan Baru & Lama

Mengenai Saya

Foto saya
Aku suka diriku seadanya.. Masih suka blogging.. Masih suka menjelajah ke blog orang lain.. Masih setia menulis setiap perenggan dalam blog "Selamber.Org" aku ni.. Masih setia dengan isteri aku.. Masih suka buat kerja sorang2.. Masih bekerja bidang elektrikal.. Masih gemar main Handphone.. Masih lagi kuat TIDO.. Hahahaha..

Terpaling Popular

Penulisan Ku

Bermula dari Tahun 2009 Sehingga Sekarang © Selamber Aku Jer